Wisata Kuliner di Pantai Bertebing

Posted: 26 Maret 2008 in Jalan-jalan

jalan4.jpgPantai luas di balik dinding perbukitan dan pengunungan hijau sudah terlihat dari jalan. Jalan itu memang belum jadi. Debunya sangat tebal. Tetapi birunya laut dan hijaunya pegunungan seolah menyirnakan penatnya perjalanan.

Di pantai, angin panas menerpa begitu kami keluar dari kendaraan. Hampir tengah hari ketika itu, dan amboi teriknya. Dari kejauhan kami melihat ribuan orang di Pantai Teleng Ria, Kabupaten Pacitan.

Bersama keluarga, saya mencari-cari tempat rindang untuk berteduh dari terik matahari. Ada beberapa pohon kelapa dan banyak orang menjajakan degan pemuas dahaga. Alamak! Di bawah setiap pohon kelapa sudah banyak orang berlindung. Hari itu memang hari Minggu pada musim liburan. So, pantai begitu padat oleh kerumunan pewisata.

Sekalipun sudah ditanam sejumlah pohon, tetapi tetap tak sebanding dengan arealnya yang sangat luas. Ya, tak ada tempat rindang untuk bisa nyaman menikmati keindahan pantai. Andai saja pohonnya lebih banyak lagi ditanam dan ditata, Pantai Teleng Ria itu pasti menakjubkan. Atau seandainya kami datang lebih pagi atau sedikit sore, mungkin kami tak kepanasan.

Tapi jangan anggap semua orang di pantai itu ”menderita” kepanasan. Lihat saja mereka yang asyik bermain pasir di bibir pantai atau berenangan di tepian pantai itu.

Kalau ditata lagi, sebenarnya pantai Teleng Ria ini sangat indah. Berbentuk cerukan, garis pantainya sangat luas, dan pasirnya lembut. Apalagi letaknya di balik tebing-tebing bukit sehingga Teleng Ria khas sebagai pantai bertebing.

Selain alam, ada eksotika lain bila Anda datang ke Teleng Ria. Apa? Wisata kuliner laut. Ya, di sana terdapat banyak penjual ikan. Pemkab Pacitan tampaknya sadar, salah satu cara menarik wisatawan adalah dengan makanan. Apalagi saat ini banyak daerah tengah mengembangkan wisata kuliner.

Hasil laut banyak dijual di tempat itu. Puluhan kios menjajakan ”barang” serupa. Sayangnya penataan kios ikan tersebut agak masuk ke dalam sehingga sangat mungkin pengunjung tidak melihatnya.

Wisata kuliner ini menjadikan lokawisata Pantai Teleng Ria menjadi lebih menarik. Di tempat tersebut, ada banyak kios penjual ikan masak. Fasilitas itu tentu saja sangat membantu pengunjung dalam mencari oleh-oleh. Bagi yang suka wisata kuliner, Teleng Ria tentu sangat menyenangkan. Lebih-lebih lagi, tak banyak lokawisata pantai yang menyediakan fasilitas seperti itu. Tidak juga di Pantai Kuta Bali, Pantai Krakal, Parangtritis, atau Pangandaran.

”Ini tuna, Mbak. Gurih rasanya. Cicipi saja, boleh kok. Seperempat kilo Rp 15.000,” ujar seorang penjual ketika saya mengamati ikan-ikan pipih-gemuk.

Kalau dikalkulasi, harganya lumayan murah. Sebab, seperempat kilogram, kita sudah mendapat beberapa ikan tuna. Itu kalau kita membandingkannya dengan tuna kalengan ukuran 185 gram saja harganya sudah Rp 11.025. Belum lagi ikan teri dan kerang yang dijual murah-murah. ”Kalau setiap hari kita di sini, mungkin kita tak bakal kekurangan gizi,” seloroh ibu saya.

Di depan kompleks penjual makanan, terdapat kompleks penjual cenderamata dan pakaian. Tak istimewa benar. Sebab, jualan seperti itu bisa dijumpai pada banyak lokawisata. Yang khas, selain penjual es kelapa muda, di Teleng Ria Anda bisa sedikit bernostalgia dengan menikmati nasi tiwul. Kalau ingin membawa pulang ikan segar, datang saja sekalian ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tempatnya tak jauh dari pantai.

Wah, boleh dibilang Teleng Ria itu lokawisata pantai yang komplet. Ada pantai bertebing yang indah, wisata kuliner, plus TPI sebagai penyedia ikan segar. Jika dikelola secara terpadu, walhasil pantai yang sempat dilirik untuk dijadikan PLTU ini bisa jadi objek wisata hebat.

Lalu bagaimana animo wisatawan ke situ? Apakah Teleng Ria baru moncer untuk wisatawan domestik? Pasalnya siang itu, saya hanya melihat dua wisatawan asing di situ. Padahal, pantainya tak kalah-kalah banget kalau dibandingkan Kuta. Pun ada informasi, deburan ombak Teleng Ria sering dipakai surfing. Ah, kurang promosi kaleee

suaramerdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s