Nostalgia di Kota Kecil Spanyol

Posted: 24 Maret 2008 in Jalan-jalan

jalan3.jpgPERJALANAN saya ke negara Spanyol beberapa waktu yang lalu, benar-benar berkesan dalam ingatan. Saya masih ingat betul perasaan campur aduk yang saya rasakan ketika pertama kali menapakkan kaki di bandara Barajas Madrid. Nervous karena saya tidak dapat berbahasa spanyol sedikit pun, bercampur dengan rasa hangat yang mengingatkan saya dengan Indonesia.

Mungkin karena bandara Barajas tertata mirip dengan bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Sayang sekali saya tidak dapat menikmati nostalgia saya lebih lama, karena bus yang siap membawa saya dan teman-teman saya ke Toledo, sudah menanti.

Suhu ketika itu lumayan panas, benar-benar membuat saya bersuka cita, terutama setelah berada dalam pesawat selama 6 jam dan sebelumnya merasakan dinginnya suhu di Philadelphia. Meskipun lelah, tapi saya tetap terjaga selama 2 jam dalam perjalanan ke kota pertama yang akan kami kunjungi, yaitu Toledo.

Terus terang ketika itu saya sama sekali kurang bersemangat ketika tahu Madrid akan menjadi kota terakhir yang kami kunjungi. Tapi ketika bus yang membawa kami mulai memasuki gerbang kota Toledo, saya benar-benar speechless melihat keindahan kota Toledo dari puncak.

Saya setuju dengan sanjungan teman-teman saya, foto Toledo seperti yang ada di postcard-postcard. Dan ternyata kekaguman saya tidak hanya berhenti di situ, keberadaannya yang masih mempertahankan budaya zaman Medieval benar-benar menjadi nilai tambah. Toledo sebenarnya adalah kota kecil. Saking kecilnya, hanya mobil-mobil mini Eropa yang bisa masuk di kota itu, meskipun begitu tetap saja membuat pejalan kaki harus merapat ke dinding jika mobil-mobil itu lewat.

Teman-teman saya yang tinggal di Toledo mengatakan bahwa di kota itu para pejalan kaki harus mengalah jika ada kendaraan lewat. Hampir sama dengan Indonesia, pikir saya. Karena bus kami tidak dapat masuk kota, kami harus berjalan kaki dengan membawa tas koper kami yang lumayan berat. Jalanan di Toledo yang masih berbatu dan berbukit-bukit, membuat saya langsung tertidur pulas ketika sampai di Fundacion tempat tinggal kami selama disana.

Fundacion Ortega y Asset adalah tempat belajar sekaligus tempat tinggal pelajar Amerika yang belajar di kota itu. Untung saja ada teman-teman saya yang tinggal di Toledo. Mereka lalu memberi sedikit panduan dan menerangkan kebiasaan orang-orang di Toledo.

Kebudayaan

Selama berkeliling, saya sedikit banyak belajar kebudayaan Toledo yang merupakan campuran kebudayaan agama Christian, Islam, dan Judaism. Bangunan Cathedral dari jaman Gothic yang menjadi daya tarik wisatawan, dulunya adalah masjid ketika bangsa Moors berkuasa. Misqita De La Cruz, masjid yang sekarang menjadi tempat wisata , merupakan bukti kebesaran umat Islam di Toledo. Tulisan Kaligrafi yang ada di dinding masjid, bentuk masjid yang khas, benar-benar membuat saya terharu. Selain itu keberadaan kaum Jewish juga meninggalkan beberapa bangunan Synagogue dengan struktur yang indah dan khas. Saya benar-benar iri ketika mengetahui bagaimana kebudayaan dari 3 agama ini bisa menghasilkan bangunan-bangunan yang indah dan masih kokoh berdiri. Selain itu, bagi Anda penggemar seni, di Museum Toledo, terdapat sebuah lukisan dari El Greco yang benar-benar indah. Untuk setiap tujuan wisata itu, Anda akan dikenakan biaya masuk sekitar 1-2 Euro, tetapi dijamin akan kagum dibuatnya. Atau jika mungkin hanya ingin menikmati keindahan seluruh kota, Anda dapat membayar sekitar 4 Euro, dan dengan Zoco train yang berpusat di Plaze de Zocodevar, Anda akan dibawa keliling kota Toledo.

Tinggal di Toledo yang dikelilingi banyak benteng dan gedung-gedung yang berusia lebih dari 1000 tahun membuat saya merasa tinggal di lingkungan istana yang terisolasi. Meskipun begitu bukan berarti saya merasa terisolasi dari kegemaran saya yaitu shopping. Plaza de Zocodevar yang merupakan pusat kota, menjadi daya tarik tersendiri dengan keberadaan shopping center dan restauran di sekitarnya. Bagi Anda yang suka shopping, di Spanyol, harus mencoba mengunjungi toko pakaian yang bernama Zara.

Zara adalah merk pakaian yang terkenal dari Spanyol. Harganya lumayan tetapi desain bajunya yang khas dan beda benar-benar worthy. Selain itu beberapa toko merk terkenal seperti Lacoste juga ada di sekitar Plaza de Zocodevar. Tidak hanya itu, Toledo juga terkenal dengan sepatu bootsnya. Sepanjang jalan menuju Plaza de Zocodevar, Anda akan menemukan paling tidak 10 toko sepatu milik penduduk lokal dengan model dan harga yang bervariasi.

Yang harus Anda ingat di kota selain Madrid dan Barcelona, toko, restoran tutup dari pk 2-5 sore, karena adanya kebiasaan siesta atau tidur siang Spaniards yang masih berjalan. Dan untuk makan malam, restoran baru akan menyediakan dinner pk 10 malam. Tapi jika Anda lapar, dapat juga menikmati Tapas, campuran beberapa makanan kecil seperti udang goreng, kentang, dan lain-lain secara gratis jika Anda membeli minuman di Bar. Untuk yang tidak minum alkohol, jangan khawatir, di bar, refresco atau soft drink juga disediakan. (Chaterine – 13)

***

Keindahan Segovia dari Puncak Alcatar

SPANYOL memang dikenal memiliki tempat yang indah, serta bersejarah. Itu bisa kami ketahui ketika pada hari kedua saya berada di negara tersebut. Kota kedua yang kami kunjungi adalah Segovia. Sekitar 3 jam dari Toledo. Segovia adalah kota wisata dan lebih modern daripada Toledo. Meskipun begitu, Segovia masih memiliki bangunan peninggalan zaman dulu yang masih berdiri kokoh. Dan uniknya dua tourist attractions itu berada di satu wilayah. Ketika Anda memasuki wilayah itu akan disambut dengan keunikan bangunan Aquaduct, lalu dengan berjalan sekitar 30 menit, akan sampai di istana Alcatar. Bangunan yang dulunya menjadi istana kerajaan Spanyol, dan sekarang menjadi tempat wisata.

Alcatar sangatlah indah, di dalamnya terdapat beberapa peninggalan barang-barang raja-ratu Spanyol seperti lukisan, singgasana, dan sebagainya. Dan jika suka tantangan, dapat mencoba naik ke puncak, tempat di mana prajurit-prajurit dulunya berjaga. Untuk sampai di puncak, Anda harus menempuh 158 anak tangga yang curam dan benar-benar sempit. Selain sempit harus berimpitan dengan para turis yang naik dan turun dalam waktu yang sama. Anda harus ekstra hati-hati jika tidak ingin terjatuh.

Ketika saya bersama rombongan mencoba naik ke atas, kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit, karena kami harus membiarkan rombongan lain untuk turun. Setelah sampai di atas, barulah Anda tahu mengapa banyak orang rela menempuh itu semua. Dari puncak dapat melihat ke seluruhan Kota Segovia. Begitu pula keindahan gunung yang tertutup salju berada di sekitar Kota Segovia ikut terlihat dari ketinggian itu. Pemandangan yang menakjubkan. Di sepanjang jalan keluar, Anda dapat menemukan beberapa tempat shopping, mulai dari cendera mata sampai toko pakaian. Meskipun harga barang cenderung lebih mahal daripada harga di Toledo.

Setelah puas menikmati Segovia, kami serombongan menuju kota selanjutnya, yang bernama Pedraza. Bus yang kami tumpangi tidak dapat memasuki kota tersebut karena Pedraza lebih kecil daripada Toledo. Di kota itu hanya ditinggali sekitar ada 150 orang. Dalam bayangan saya, pasti sangat unik, tapi saya tidak akan pernah membayangkan jika Pedraza adalah kota terunik yang pernah saya singgahi dalam hidup saya.

Terisolasi

Kami tiba di Pedraza sekitar pk 20.00 waktu setempat. Ketika sampai di sana kami harus berjalan untuk sampai ke hotel kami. Uniknya dalam perjalanan itu tidak ada satu orang pun yang kami jumpai. Terus terang saat itu saya sedikit takut, apalagi bangunan di Pedraza tergolong tua dan hampir tidak ada lampu yang menerangi jalan. Saya dan teman-teman setuju jika kelak kami akan membuat film horror, Pedraza adalah tempat paling tepat. Tak berapa lama kemudian, kami sampai di hotel La Posado De Don Mariano. Hotel kami tertata seperti rumah-rumah biasa dengan 3 lantai. Karena kami lapar, saya dan teman-teman mencari kafe atau tempat makan. Hanya ada satu restoran yang buka dan ada 2 orang yang makan di sana. Saya dan teman-teman lalu memutuskan untuk makan di hotel. Meskipun harganya agak mahal dan kami harus menunggu sampai pk 22.00 malam ketika dinner mulai dihidangkan. Itulah pertama kalinya saya makan daging rusa. Rasanya benar-benar aneh, dan membuat saya akhirnya memberikan makan malam pada teman. Dan tidak seperti kota-kota sebelumnya, di Pedraza tidak ada satupun toko yang buka. Pedraza benar-benar terisolasi.

Akhirnya hari keempat, kami menuju ibu kota Spanyol, Madrid. Wow, setelah berada sehari semalam di Pedraza, saya benar-benar lebih menghargai kemodernan dan karamaian Madrid. Selama 3 hari di Madrid, kami tinggal di Hotel Paris, di pusat Kota Madrid, Puerta Del Sol.

Jika di Semarang, Simpanglima adalah Puerta Del Sol-nya Semarang. Hanya saja Puerta del Sol di Madrid lebih ramai dan non- stop dari pagi hingga malam. Di sini Anda dapat menemukan beberapa restoran atau kafe yang harganya terjangkau. Salah satunya Haiti bar yang terletak tepat di sebelah hotel kami. Hanya dengan membayar 7 euro, Anda dapat menikmati sepiring besar Payaya, makanan khas Spaniards yang biasanya terdiri dari nasi, sea food, daging ayam. Benar-benar yummy!

Di Puerta Del Sol terdapat beberapa cabang jalan yang akan membawa ke tempat berbeda. Calle Carmen (Kaye Karmen) atau jalan Carmen, adalah salah satu jalan yang lumayan terkenal dengan Inglese de-corte, department store yang menjual barang-barang dengan merk ternama, harga lumayan mahal. Di sepanjang jalan Carmen, terdapat toko-toko pakaian terkenal, seperti Zara, H&M, Stefra, dan lain-lain. Selain itu bagi penggemar Real Madrid, di jalan tersebut ada official store Real Madrid yang menjual merchandise kesebelasan favorit Madrilena (sebutan untuk orang Madrid).

Beberapa blok dari Carmen, Anda dapat menikmati makan siang di teras kafe atau hanya menikmati panasnya sinar matahari di Plaza De Mayor. Selain itu, bagi Anda pengoleksi perangko, di Plaza de Mayor, dapat menemukan toko-toko filateli. Buat penggemar minuman chocolate, dapat mencoba minum chocolate di Chocolatire San Gines, yang tidak jauh dari Plaza De Mayor. Hanya dengan membayar 4 euro, dapat menikmati cokelat di sini yang benar-benar asli dan kental.

Biasanya Spaniards (orang Spanyol) minum cokelat sambil makan curos. Curos adalah makanan khas Spanyol yang terbuat dari adonan tepungdan gula, kemudian digoreng panjang-panjang. Sungguh lezat . Tidak jauh dari Puerta Del Sol, bagi yang ingin melihat istana tempat raja dan ratu Spanyol tinggal, dapat mencoba Real Palacio. Meskipun raja dan ratu Spanyol sekarang lebih memilih tinggal 30 km dari Kota Madrid, Real Palacio masih menjadi tempat untuk menjamu tamu-tamu penting dari negara lain.

Isi istana yang benar-benar tertata sedemikian rupa, dengan hiasan chandelier yang menggantung, benar-benar menambah kesan mewah istana itu.

Setelah puas berkeliling istana, mungkin ingin berjalan-jalan di taman kota yang luas dekat patung Cibeles yang menjadi kebanggaan Madrilena. Dulunya hanya orang-orang kerajaan yang dapat menikmati keindahan taman kota dengan danau di dalamnya itu. Sekarang semua orang bisa menikmatinya. Dan tidak jauh dari taman kota itu, Anda dapat menikmati lukisan dari pelukis terkenal sepertii Velazquez atau Prado di Museo El Prado. Bagi penggemar Picasso, bisa datang ke museum Reina Sofia yang tidak jauh dari El Prado.

Berbeda dari tiga kota sebelumnya, Anda tidak usah khawatir tentang transportasi, karena dari taksi, bus sampai metro subway dapat Anda temukan. Untuk hiburan di malam hari, jangan khawatir, Madrid menawarkan beberapa suguhan hiburan seperti club atau juga pertunjukan Flamenco. Tetapi untuk pertunjukan Flamenco hanya terdapat di beberapa tempat, dan itupun harus pesan tempat beberapa waktu sebelum hari pertunjukan. Tarian Flamenco benar-benar gambaran dari orang-orang Spaniards yang selalu berirama dan passionate!

Mempunyai kesempatan berada di Espana dan menikmati 4 kota dengan berbagai macam kelebihannya benar-benar highlight spring break bagi saya. Saya berharap jika mempunyai kesempatan lagi untuk travel, saya ingin kembali lagi ke Espana dan bernostalgia dengan kehidupan modern berpadu masa lalu. Bagaimana, apakah anda tertarik untuk mencoba?

suaramerdeka.com

Komentar
  1. ana mengatakan:

    semoga suatu saat saya bisa menginjakkan kaki di kota kecil yg indah itu….

  2. muslimah mengatakan:

    thanks infonya… mau ke spain liburan ini, ciaooo…;-)

  3. sifaberkata mengatakan:

    info yg bagus maka sih ya🙂
    http://sifaberkatakata.blogspot.com
    – blog walking

  4. Al-Arif Billah mengatakan:

    Yang perlu digaris bawahi ialah ketika islam berjaya di spanyol selama 7 abad, islam mampu menghantarkan spanyol
    ke puncak keemasan kebudayaan umat manusia pada wkt itu. Namun ketika Katholik spanyol merampasnya dari kekuasaan muslim 1.5 juta muslim andalusia dibantai,dibakar dan di sula atas perintah Paus & Gereja. Kemudian 2 juta muslim dipaksa murtad masuk kristen dan 1.7 juta dipaksa keluar dari spanyol.inilah fakta sejarah yg tak bisa ditutup-tutupi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s